Zoo Parenting

Udah pada denger tentang buku Battle Hymn of Tiger Mother dong ya? Yang intinya si penulis menceritakan tentang tiger parenting yang diterapin ke anak-anaknya. Tiger parenting ini parenting sistem keras. Anaknya dipaksa nurut. Tentu aja menuai pro kontra. Kesannya kayaknya orang tuanya kejam bener gitu.

Nah kemaren ini gua nonton berita, ternyata ada buku baru untuk menandingi si Tiger Mom. Judulnya adalah Panda Dad! Huahaha. Aji mumpung banget gak sih yang bikin buku Panda Dad ini (soalnya buku Tiger Mother itu kan ngetop banget). :P Jadi si penulis Panda Dad ini tentu gak setuju dengan tiger parenting. Dia menerapkan panda parenting yang intinya ya lebih lembut gitu.

Tapi apa iya trus tiger parenting itu berarti salah? Buktinya anak nya si Tiger Mom itu tumbuh jadi anak yang baik dan bahkan sekarang masuk Harvard. Berarti berhasil dong? Yah namanya parenting sih gak pernah ada yang bener dan salah ya. Yang pasti, semua orang tua pasti tau dan mengusahakan apa yang terbaik buat anak-anaknya.

Kalo kita sendiri gimana? Menganut parenting gaya apa?

Menurut gua, yang namanya parenting itu gak bisa sama untuk setiap anak, karena semua anak itu berbeda-beda. Ada yang emang bisa dikerasin dan anaknya jadi baik. Tapi ada yang dikerasin malah jadi marah dan gak respek ama orang tuanya. Ada yang bisa dilembutin dan anaknya jadi baik, tapi juga ada yang jadi ngelunjak.

Sebenernya yang nulis tentang parenting itu udah buanyaaak banget. Baik yang cerita pengalaman nya lah atau ngasih tips-tips nya. Bagus kok buat kita para orang tua untuk banyak-banyak baca tentang artikel tentang parenting karena itu menambah informasi kan. Yang penting jangan semuanya diterapkan mentah-mentah ke anak kita. Karena balik lagi, gaya parenting yang satu bisa baik untuk seorang anak, tapi belum tentu bisa baik untuk anak yang lain kan.

Intinya kita harus mencoba mencari mana yang paling tepat untuk anak kita, berdasarkan sifat dia dan juga berdasarkan situasi dan kondisi. Masih inget gak dulu ada iklan yang jargonnya “buat anak kok coba-coba”. Menurut gua, justru kalo buat anak ya mau gak mau kita harus coba-coba. Kalo kita maksain sesuatu yang ternyata gak cocok buat si anak, masa kita mau lanjutin? Ya kita harus coba ganti dengan yang lain dong ya.

Dan gaya parenting itu gak bisa cuma 1 macem yang kita terapin. Gaya parenting itu harus dinamis dan berubah sesuai situasi kondisi. Plin plan? Enggak dong… Karena setiap kondisi, treatmentnya harus berbeda, gak bisa semuanya disamaratakan. Menangani anak nangis waktu anak lagi sehat dan waktu anak lagi sakit kan beda. Menangani anak tantrum waktu di Mal sama di rumah kan juga beda.

Jadi balik lagi kalo ditanya, gaya parenting kita apa? Menurut gua yang paling cocok mungkin disebut zoo parenting! Hehehe.

Jadilah tiger yang tegas dan keras kalo itu berkaitan dengan hal-hal yang prinsipil, misalnya anak suka mukul orang tua/teman, atau bicara yang gak pantas, atau hal-hal lain yang prinsipil.

Jadilah panda yang lembut dalam memberi pengertian kalo itu berkaitan dengan hal-hal yang not a big deal sebenernya… Gua gak ngasih contoh ah karena definisi big deal gak big deal juga relatif untuk tiap orang ya.

Jadilah beruang yang protektif kalo anak kita merasa takut karena dijahatin/dijailin orang lain.

Jadilah bebek yang mendorong anaknya ke sungai supaya bisa berenang kalo anak kita perlu dimotivasi dan perlu didorong.

Jadilah anjing yang setia dan jadi teman yang baik buat anak kita.

Jadilah kangguru yang menggendong anaknya di kantongnya yang hangat kalo anak kita lagi sedih atau sakit.

Jadilah ular yang licik kalo menghadapi anak yang tricky (Penting nih… anak-anak sekarang mah pada pinter-pinter dan tricky, jadi kita harus lebih tricky dari mereka! Huahaha).

Jadilah burung hantu yang bijaksana waktu mengajari anak-anak kita.

Jadilah penguin yang lucu kalo anak kita lagi perlu dihibur.

Jadilah kelinci yang fun dan riang gembira supaya anak-anak juga suka main sama kita.

Jadilah…. Hmmm jadi apa lagi ya… Ada yang mau ngelanjutin? Hehehe. Atau ada yang mau ikutan share tentang gaya parenting kalian? Silakan lho… Kan sekalian biar jadi pembelajaran buat kita semua… :)

PS. Menurut Dina lewat Twitter nya, setelah baca ini kok jadi berasa kayak punya kebun binatang ya? Plus ditambahi tulisan ‘becanda’. Din… gak perlu becanda Din, serius juga boleh kok. :P Karena emang menurut gua, keluarga itu harus kayak kebun binatang. Keluarga itu harus jadi tempat untuk belajar sekaligus bermain. Yah kayak kebun binatang kan? Di kebun binatang, anak-anak bisa belajar dan juga having fun. :D Yang penting harus rajin dibersihin aja, biar gak jorok… Hahaha.

Tentang iklan-iklan ini